Makanan Segar VS Makanan Teroksidasi

Makanan segar, mungkin akan terbayang oleh kita buah-buahan, sayur-sayuran, ataupun bahan makanan yang masih baru, belum lama dipanen, dan belum mengalami proses pengolahan panjang. Mengkonsumsi makanan ini pun disepakati oleh para ahli diet dan ahli kesehatan bahwa itu semua akan menyehatkan karena banyak mengandung banyak vitamin, enzim dan fitokimia bermanfaat lainnya. Lalu bagaimana dengan makanan teroksidasi ???? Ini bukanlah suatu jenis makanan, tetapi makanan yang telah mengalami reaksi dengan oksigen sehingga bukan hanya kualitas makanannya yang sudah buruk tatapi lebih dari itu dapat berbahaya bagi kesehatan. Mengapa bisa demikian ???

Jika makanan segar yang disajikan dengan tanpa pengolahan ataupun dengan pengolahan yang singkat/sederhana maka makanan tersebut masih mengandung cukup banyak enzim, vitamin, dan fitokimia nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh/kesehatan. Lain halnya dengan makanan yang Teroksidasi. Makanan ini telah mengalami proses pengolahan yang membuat sebagaian kandungan bermanfaat didalamnya telah mengalamai oksidasi, mengandung radikal bebas dan bisa berakibat buruk pada kesehatan. Radikal bebas pada makanan dapat terbentuk karena proses pengolahan dengan pembakaran atau pengolahan dengan minyak goreng suhu tinggi. Kandungan bahan makanan yang teroksidasi tersebut akan mengandung radikal bebas yang akan masuk ke dalam tubuh. Jadi semakin banyak kita mengkonsumsi makanan yang teroksidasi maka semakin banyak juga radikal bebas yang masuk dalam tubuh, dampaknya radikal bebas yang banyak akan melampaui kemampuan tubuh dalam menetralkan radikal bebas tersebut. Dengan kekuatan mengoksidasinya yang tinggi, radikal bebas dalam tubuh yang tidak ternetralisir akan mengoksidasi senyawa dalam tubuh kita seperti lemak dan protein hingga menghancurkan sel-sel dan Inti sel hingga menyebabkan kanker dan banyak masalah kesehatan lainnya.

Saat radikal bebas meningkat terlalu banyak, tubuh kita dilengkapi dengan senjata untuk menetralisirnya- yaitu enzim antioksidan. Jenis enzim yang menjalankan fungsi ini disebut SOD (super-oksida dismutase). SOD mulai berkurang seiring dengan pertambahan usia terutama diatas usia 40 tahun. Terlebih lagi, makanan teroksidasi hanya memiliki sangat sedikit atau tidak ada enzim sama sekali, maka tubuh akan kesulitan menghasilkan enzim dan ini akan menjadi sebuah lingkaran setan radikal bebas tak-ternetralisir yang menyebabkan penyakit.

Kondisi yang paling ideal adalah banyak mengkonsumsi makanan yang segar (yang tidak mengandung banyak radikal bebas) kaya dengan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Membatasi mengkonsumsi makanan yang telah teroksidasi, dan mengkonsumsi makanan fungsional atau pun suplemen makanan yang kaya antioksidan.

Sumber : The miracle of Enzime. Hiromi Shinya, MD

  • Wholesale nfl jerseys
  • jordan shoes for sale
  • MLB jerseys wholesale
  • nfl jeresys free shiping
  • cheap jordan shoes
  • cheap lebron soldier 9
  • NHL jerseys wholesale
  • ,VCWALK,
    buy wholesale mlb jerseys credit cards accepted,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,,VCWALK,
    ,VCWALK,